Pengertian Trekking


Trekking sebagai salah satu bentuk adventure travel mempunyai tantangan dan kenikmatan tersendiri. Berbeda dengan mountaineering, para trekker menempuh perjalanan jauh di jalur yang menantang, dengan berjalan kaki. Bagi trekker, seringkali tujuan tidak begitu penting, tapi proses perjalanannya itu yang utama. Bagaimana tidak, para trekker cenderung memilih lokasi yang memang tidak ada transportasi, dengan jalur yang kadang belum terpetakan, melalui tempat-tempat yang sulit dilewati tanpa ketrampilan tertentu, seperti hutan lebat. Karena jalurnya yang sulit, maka lama perjalanan biasanya lebih dari satu hari. Lokasinya belum tentu selalu di pegunungan, walau memang daerah gunung sering menjadi sasaran trekking.
Jika Anda mulai tertarik dan tertantang untuk mencoba adventure travel yang satu ini, yang harus Anda lakukan pertama kali adalah memilih jalur trekking Anda. Coba buka wikitravel dengan kata kunci “trekking”. Anda akan dapatkan berbagai jalur trekking yang menggugah naluri petualangan Anda. Apalagi di Indonesia, yang punya berbagai jalur trekking yang tak kalah memukau.
Gunung Rinjani merupakan salah satu jalur trekking favorit. Bagi trekker pemula disarankan untuk memilih jalur yang tidak terlalu mendaki, karena memang medan Gunung Rinjani berat.
Bagi pemula yang hendak mencoba trekking, berikut beberapa tips yang harus Anda perhatikan:
  1. Perhatikan cuaca  dan iklim jalur trekking Anda.Jika sedang musim hujan, pasti medannya lebih berat daripada musim kemarau. Selain itu juga berpengaruh pada barang yang harus dibawa karena kebutuhannya berbeda.
  2. Latih fisik sedari awal, terutama jika memilih untuk trekking di jalur yang cukup berat medannya. Misal, rutin latihan jogging beberapa minggu sebelum Anda berangkat. Anda harus menjaga kondisi badan sehat dan fit, mengingat trekking butuh stamina prima. Nantinya Anda harus berjalan kaki dalam jangka waktu lama sambil memanggul beban (tas), melewati kondisi cuaca dan lingkungan yang berat.
  3. Ketahui terlebih dahulu rute trekking Anda, cek medan dan kondisinya. Beberapa jalur  membutuhkan pengalaman/tingkat advance. Jika Anda termasuk pemula atau belum lama melakukan aktivitas trekking, pilihlah pemandu yang berpengalaman.
  4. Bawa jas hujan/poncho, meskipun di musim kemarau sekalipun. Perlengkapan dasar lain yang harus dibawa: pisau serba guna, senter, pemantik api, botol air, kompas, obat-obatan, dan pakaian yang bisa mengusir dingin dan melindungi dari gigitan nyamuk. Hindari jeans.
  5. Pilih tas/ransel yang cukup ringan tapi tangguh dan bisa memuat banyak barang. Cara menaruh pakaian di dalam ransel juga dapat membantu memberikan perlindungan kehangatan ekstra.
  6. Pilih sleeping bag yang bagus dan dapat melindungi tubuh dari dingin yang cukup ekstrim. Salah satu indikator sleeping bag yang bagus adalah adanya lapisan katun di dalamnya.
  7. Pilih sepatu yang sesuai untuk trekking. Jangan pakai sandal gunung, karena kurang sesuai untuk medan yang berat dan panjang. Kualitas sepatu yang bagus akan melindungi kaki dari medan yang berat.
Tunggu apa lagi? Segera kemas ransel  dan asah naluri petualangan Anda. Buktikan bahwa Indonesia memiliki mahakarya alam yang luar biasa.


Komentar